Menteri BUMN: Industri Petrokimia RI Masih Kalah Bersaing

Suparjo Ramalan
Menteri BUMN, Erick Thohir. (Foto: Ant)

Dalam rencana strategis (renstra) Kementerian Perindustrian 2020-2024, salah satu prioritasnya adalah pengembangan daya saing industri petrokimia. Langkah sinergi antar perusahaan lokal pun didorong. 

Pemerintah mendukung kerja sama antara PT Pertamina (Persero), melalui anak perusahaan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Keduanya telah menandatangani head of agreement (HoA), bersepakat kerja sama mengembangkan industri petrokimia di Indonesia, sehingga dapat menekan impor. 

Nota kesepakatan itu diteken oleh Direktur Utama dari PT KPI Ignatius Tallulembang dan Presiden Direktur Chandra Asri Petrochemicial Erwin Ciputra, pada Selasa 25 Agustus 2020 lalu. 

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menilai kedua perusahaan diharapkan dapat bekerja bersama menambal defisit kebutuhan petrokimia di dalam negeri. Selain itu, tambahnya, keduanya juga dapat mengambil peluang dalam bisnis hilir petrokimia dalam negeri.

“Hal ini sesuai arahan Presiden guna mendorong pembangunan pabrik yang menghasilkan import substitution,” tutur Nicke. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
3 jam lalu

Prabowo Bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino, Apa yang Dibahas?

4 jam lalu

Prabowo Bakal Hadir di Final FIFA ASEAN Cup 2026? Erick Thohir Bilang Begini

11 jam lalu

Presiden FIFA Datang ke SUGBK, Final Indonesia vs Thailand Jadi Sorotan Dunia

3 hari lalu

Danantara Pangkas Perusahaan BUMN Besar-besaran, Target Sisa 200 dari 1.046

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal