Menteri ESDM Lebih Pilih Konversi Motor Listrik Dibanding Insentif Pembelian

Mochamad Rizky Fauzan
Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebut, pihaknya lebih mendorong agar subsidi kendaraan listrik diarahkan untuk konversi motor listrik, salah satunya motor tua. (Foto: Mochamad Rizky Fauzan/MPI)

Adapun alasan Kementerian ESDM fokus untuk konversi motor BBM menjadi motor listrik karena jumlah motor di Indonesia cukup banyak, yakni 120 juta motor, sehingga berpengaruh terhadap konsumsi BBM. Oleh karena itu, Kementerian ESDM berharap jika konversi motor listrik ini berjalan lancar maka konsumsi BBM akan berkurang, dan subsidi BBM bisa dialihkan untuk kepentingan lain.

"Saya bicara konversi motor bekas saja. 120 juta populasi motornya, 1 motor bakar minyak 800.000 barel. Kalau kita bisa gantiin itu bisa berapa banyak dana yang kita pakai untuk pembangunan lain. Kan masyarakat ini perlu sektor bansos, pangan, nanti ada keseimbangan, kalau konversi ini nanti akan mengurangi subsidi dan BBM," tuturnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo akan memberikan insentif hingga Rp5 triliun untuk kendaraan listrik, dari mobil, motor, hingga bus. Insentif diberikan karena dia ingin melihat kebijakan seperti ini sudah dilakukan oleh semua negara di dunia, terutama di Eropa.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
12 jam lalu

Purbaya Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Kuartal II 2026: Insentif Mobil Listrik hingga Kredit Murah

Mobil
13 jam lalu

Kendaraan Listrik Bebas Pajak di Jakarta, AEML Ungkap Dampak Berantai

Nasional
14 jam lalu

Bahlil Rombak 19 Pejabat Eselon II Kementerian ESDM, Penerbitan Izin Tambang Diperketat

Mobil
1 hari lalu

5 Fakta Insentif Mobil Listrik, Nomor 3 Mengejutkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal