Meroket 445 Persen, Harga Tomat di India Lebih Mahal dari Bensin

J Erna
Harga tomat di India meroket karena cuaca buruk. Harganya kini lebih mahal dibanding harga bensin. (Foto: Reuters)

Data Kementerian Pangan India melaporkan, harga eceran tomat di New Delhi mencapai 120 rupee atau sekitar Rp22.013 per kilogram (kg) pada Kamis (6/7/2023), meningkat 445 persen dibandingkan awal tahun ini sebesar 22 rupee atau Rp4.036 per kg. Sebaliknya, bensin saat ini dijual sekitar 96 rupee atau Rp17.611 per liter di New Delhi.

Ekonom Bloomberg Abhishek Gupta menyampaikan dalam sebuah laporan bahwa inflasi makanan di India naik dari 3,3 persen pada Mei menjadi kemungkinan 4 persen pada Juni 2023. Perkiraan tersebut didasarkan pada kenaikan tajam harga tomat, kacang-kacangan dan beras, menurut data harga harian yang tersedia.

Kenaikan harga tomat juga mendorong kejahatan. Menurut Hindustan Times, seorang petani di negara bagian selatan Karnataka melaporkan pencurian tomat senilai 150.000 rupee atau setara Rp27,5 juta.

Pejabat di Departemen Urusan Konsumen Kementerian Pangan Rohit Kumar Singh mengatakan, harga tomat umumnya naik selama Juni-Juli dan Oktober-November karena musim produksi yang singkat di daerah-daerah penghasil utama.

"Kami menyebutnya variasi musiman harga komoditas. Harga akan menurun mulai Agustus saat panen dimulai," kata dia.

Negara bagian selatan dan barat India, yang menyumbang sekitar 60 persen dari total produksi tomat negara itu, mengirimkan kelebihan panen ke pasar lain di India. Sementara itu, pemerintah mencari solusi jangka panjang untuk mengembangkan teknologi hemat biaya dan memastikan tomat tersedia dengan harga terjangkau.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
4 hari lalu

Pesawat Air India Bawa 145 Orang Terjun 90 Meter dalam Sekejap, Pilot Ternyata Positif Ganja

10 hari lalu

Heboh! Virus Mematikan Mewabah di India, 22 Anak Meninggal Dunia

12 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.997 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

13 hari lalu

Inflasi Tahunan Juli 2026 Capai 2,88 Persen, BPS Ungkap Pemicunya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal