Mimpi Buruk di Balik Bayang-Bayang Pembangunan Infrastruktur RI

Puti Aini Yasmin
ilustrasi pembangunan infrastruktur di Indonesia (Foto: Freepik)

Emir menjelaskan akar masalah tersebut terjadi karena kebijakan pemerintah yang cenderung mengutamakan pembangunan infrastruktur besar. Namun, enggan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

"Hal ini diperparah dengan penetapan proyek strategis nasional yang sering mengabaikan hak-hak masyarakat lokal," tuturnya.

Untuk mengurangi potensi konflik itu, Emir menyarankan agar meningkatkan penerimaan investasi. Kemudian, pemerintah dan perusahaan perlu mengadopsi pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.  

"Dialog yang melibatkan semua pihak, penggunaan teknologi ramah lingkungan, dan program CSR yang efektif dapat menjadi kunci dalam menyelesaikan konflik dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat lokal," kata Emir.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
16 jam lalu

Prabowo Bertolak ke NTT, Pastikan Penanganan Bencana dan Kebutuhan Masyarakat Terpenuhi

1 hari lalu

Karhutla Meluas di 4 Provinsi, BNPB Ungkap Lahan Terbakar Capai 27 Ha

5 hari lalu

Kabareskrim Absen Rapat Bahas Konflik Agraria di DPR, Eks Wakapolri: Jangan Dibiasakan

6 hari lalu

Gibran Beri Arahan ke Menteri hingga Gubernur NTT, Ingatkan Bantuan Harus Jangkau Wilayah Sulit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal