TOKYO, iNews.id - Negara-negara Asia Timur seperti China, Korea Selatan, dan Jepang saat ini memasuki musim dingin. Kondisi tersebut mendorong harga-harga energi seperti batu bara dan gas alam.
Dikutip dari Reuters, Sabtu (19/12/2020), harga batu bara acuan di China menembus level tertinggi dalam delapan tahun terakhir. Sementara harga LNG mencapai titik puncak dalam enam tahun terakhir.
Di Jepang, harga listrik naik karena kenaikan harga gas alam. Pasalnya, kapasitas nuklir untuk mengaliri listrik kepada warga masih terbatas. Harga kargo LNG untuk pengiriman Januari mencapai 12,7 dolar AS per juta BTU atau setara 660 dolar AS per ton.
Sementara di China, harga batu bara terus meningkat seiring dengan pembatasan impor dari Australia. Harga batu bara termal di Qinhuandao saat ini menembus 718 yuan, setara 110 dolar AS per ton, lebih tinggi daripada harga Newcastle 79,5 dolar AS.
Aktivitas industri di China sejak November 2020 telah kembali ke level pre-Covid-19. Situasi ini mendorong kenaikan konsumsi energi 9,4 persen menjadi 646,7 miliar kilowatt.
Penggunaan batu bara harian PLTU di delapan provinsi China naik 6 persen pada minggu lalu dengan stok batu bara sekitar 85 persen dibandingkan level tahun lalu. Harga LNG di China juga naik 60 persen.
"Musim dingin di seluruh China dan Asia bagian Timur Laut mendorong kenaikan tajam permintaan pemanas ruangan," kata Direktur Riset Wood MacKenzie, Robert Sims.