Nasib PT Pos Indonesia yang Tergerus Kemajuan Teknologi

Okezone
Logo PT Pos Indonesia (Persero). (Foto: Ist)

Terbuai Margin?

Menurut Gilarsi, PT Pos memiliki tiga lini bisnis terbesar yaitu parsel atau pengiriman barang, jasa keuangan, dan pengiriman surat. Menurutnya bisnis persuratan sudah jauh menurun akibat perkembangan teknologi informasi.

Sementara pada layanan jasa keuangan, bisnis PT Pos juga tergerus akibat terbitnya aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membolehkan semua orang menjadi agennya bank, atau agen Laku Pandai sejak akhir 2014.

Nah sayangnya, meski merasakan ada peningkatan permintaan kirim barang yang signifikan dari sektor e-commerce sampai 400%, namun PT Pos nampaknya masih terbuai dengan margin laba yang lebih besar dari bisnis pengiriman surat dan layanan jasa keuangan.

“Jasa keuangan dan surat itu marginnya agak lebih baik dibandingkan parsel,” kata dia.

Akibat tidak cepat mengalihkan fokus bisnis untuk melayani pengiriman barang e-commerce alias jual beli online, sebuah kabar mengejutkan datang dari PT Pos. Akhir pekan lalu, manajemen perusahaan memutuskan untuk menunda pembayaran gaji kepada karyawan.

Serikat Pekerja Pos Indonesia (SPPI) pun memberi ancaman mogok kerja bila gaji tak dibayar sampai 16 Februari 2019. Ketua Umum SPPI Rhajaya Santosa dalam keterangannya memberi sejumlah tuntutan kepada perusahaan terkait penundaan pembayaran gaji.

Tuntutan itu dituangkan dalam lima poin penting. Poin pertama adalah jajaran direksi Pos Indonesia diwajibkan mengembalikan uang gaji Bulan Februari 2019 dan Tantiem tahun 2017 (dan mungkin tahun 2018 juga), serta mengembalikan uang kenaikan tunjangan representasi para pejabat SPV/VP/setingkat yang telah dinaikkan selama periode 2017-2018.

Minggu (3/2), masalah tunggakan pembayaran gaji karyawan PT Pos akhirnya menemui titik terang. Sekretaris Perusahaan PT Pos Indonesia, Benny Otoyo dalam keterangannya menjelaskan direksi menjamin perusahaan akan segera membayarkan gaji tersebut pada 4 Februari 2019, alias hari ini.

Semoga tunggakan gajinya cepat dibayarkan ya Pak Pos. Namun, bagi yang sudah jenuh jadi karyawan yang berharap banyak pada gaji bulanan, tidak ada salahnya berwiraswasta.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Purbaya Sidak ke Tanjung Priok, Cek Biang Kerok 3.100 Kontainer Menumpuk

57 tahun lalu

Eks Direktur Transjakarta Daud Joseph Ditunjuk Jadi Dirut Pos Indonesia

57 tahun lalu

JK: Perang AS-Israel ke Iran Picu Kenaikan Harga Minyak hingga Ganggu Logistik

57 tahun lalu

Polri Kirim Bantuan Logistik ke Palambayan Lewat Udara, Dukung Kebutuhan Posko Bencana

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal