Kinerja ekspor sektoral Januari-Mei 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 mengalami peningkatan. Sektor pertanian naik 3,11 persen, sektor industri pengolahan naik 3,85 persen, sedangkan sektor pertambangan dan migas turun masing-masing 8,84 persen dan 14,78 persen.
Sementara itu, nilai impor Jawa Barat Januari-Mei 2026 mencapai 4,66 miliar dolar AS atau turun 7,08 persen dibanding periode yang sama pada 2025. Impor nonmigas mencapai 4,39 miliar dolar AS atau naik 1,07 persen, sedangkan impor migas mencapai 262,21 juta dolar AS atau turun 60,48 persen.
Nilai impor Jawa Barat Mei 2026 mencapai 0,98 miliar dolar AS atau turun 4,94 persen dibanding impor Mei 2025. Impor nonmigas Mei 2026 mencapai 0,95 miliar dolar AS atau naik 7,38 persen dibanding Mei 2025.
Dari sepuluh komoditas dengan nilai impor nonmigas terbesar Januari-Mei 2026, komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah Golongan Kendaraan dan Bagiannya sebesar 145,14 juta dolar AS (42,40 persen). Sementara yang mengalami peningkatan terbesar adalah Golongan Mesin dan Perlengkapan Elektronik sebesar 108,64 juta dolar AS (16,32 persen).
"Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Mei 2026 ditempati oleh Tiongkok senilai 1,82 miliar dolar AS (41,47 persen), disusul Korea sebesar 527,67 juta dolar AS (12,00 persen), dan Jepang sebesar 518,81 juta dolar AS (11,80 persen)," kata Margaretha.
Nilai impor Januari-Mei 2026 menurut golongan penggunaan, baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, maupun barang modal, turun masing-masing sebesar 5,37 persen, 6,33 persen, dan 13,68 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.