Pedagang Warteg Menjerit, Harga Beras Sentuh Rp700.000 per Karung 

Dinar Fitra Maghiszha
Sejumlah pedagang warteg mengeluhkan terkait harga beras yang semakin mahal dan membuat ongkos bahan baku membengkak. (Foto: Dinar Fitra Maghiszha)

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah pedagang warung tegal (warteg) mengeluhkan terkait harga beras yang semakin mahal. Hal ini membuat ongkos bahan baku membengkak.

Kenaikan beban pokok untuk beras, membuat margin keuntungan atas sepiring nasi, lauk, dan sayuran menipis. Ini belum mencakup biaya yang tak terlihat seperti ongkos angkut, hingga bensin.

Pemilik warteg di Jalan Juanda II, Jakarta Pusat, Tri Hayati menyebut, harga beli beras sekarung yang berbobot 50 kilogram (kg) atau 60 liter mencapai lebih dari Rp700.000. Angka ini naik dari harga awal di kisaran Rp600.000-Rp650.000.

Perempuan berusia 36 tahun itu mengakui tetap mengambil kulakan dengan harga dan volume tersebut, daripada membeli per literan, yang sekarang bernilai Rp13.000-Rp14.000 per liter.

"Intinya kita pinter-pinter ngatu, kalau enggak, ya kitanya enggak dapat untung," ujar Tri, Senin (19/2/2024).

Tri menambahkan, pihaknya tidak mau menaikkan harga sepiring nasi demi mempertahankan pelanggan, sehingga memutar otak dengan cara lain.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bahlil Patok Harga Tertinggi Minyak Mentah RI 95 Dolar AS per Barel di 2027

57 tahun lalu

Dampak Kenaikan Harga Pertamax, Pengusaha Warteg Terpaksa Kecilkan Porsi Lauk

57 tahun lalu

Purbaya Sidak ke Tanjung Priok, Cek Biang Kerok 3.100 Kontainer Menumpuk

57 tahun lalu

BRI Hadirkan Promo Spesial KKB The Elite, Nasabah Bisa Bawa Pulang Kendaraan Impian dengan Banyak Keuntungan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal