“Pertimbangan perseroan memakai dana hasil penawaran umum untuk pembelian armada kapal dan tongkang dikarenakan dengan armada kapal yang ada saat ini, tidak mampu memenuhi permintaan pasar yang ada,” demikian tertulis dalam prospektus, dikutip Selasa (6/6/2023).
Selanjutnya, sekitar 14,65 persen dana yang diperoleh akan digunakan untuk penyetoran modal kepada perusahaan anak, yaitu KCL. Pertimbangan perseroan untuk melakukan penambahan penyertaan modal di KCL adalah guna mendukung KCL dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Nantinya, sebesar 2,66 persen dana yang diberikan kepada KCL akan digunakan untuk melakukan renovasi jetty dan infrastruktur. Serta, 11,99 persen akan digunakan untuk pembelian mesin cuci pasir dan pemurnian.
Terakhir, sekitar 14,61 persen dan hasil IPO akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja, dalam rangka mendukung kegiatan operasional perseroan secara umum.
Di mana, sebesar 8,30 persen digunakan untuk biaya perawatan kapal, 3,12 persen digunakan untuk biaya bahan bakar, sekitar 2,15 persen untuk biaya suku cadang kapal, dan 1,04 persen lainnya untuk biaya sandar.