Pelayaran Kurnia Patok Harga IPO Rp146 per Saham, Incar Dana Rp78,84 Miliar

Cahya Puteri Abdi Rabbi
Gedung Bursa Efek Indonesia. (Foto: dok iNews)

“Pertimbangan perseroan memakai dana hasil penawaran umum untuk pembelian armada kapal dan tongkang dikarenakan dengan armada kapal yang ada saat ini, tidak mampu memenuhi permintaan pasar yang ada,” demikian tertulis dalam prospektus, dikutip Selasa (6/6/2023).

Selanjutnya, sekitar 14,65 persen dana yang diperoleh akan digunakan untuk penyetoran modal kepada perusahaan anak, yaitu KCL. Pertimbangan perseroan untuk melakukan penambahan penyertaan modal di KCL adalah guna mendukung KCL dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Nantinya, sebesar 2,66 persen dana yang diberikan kepada KCL akan digunakan untuk melakukan renovasi jetty dan infrastruktur. Serta, 11,99 persen akan digunakan untuk pembelian mesin cuci pasir dan pemurnian.

Terakhir, sekitar 14,61 persen dan hasil IPO akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja, dalam rangka mendukung kegiatan operasional perseroan secara umum. 

Di mana, sebesar 8,30 persen digunakan untuk biaya perawatan kapal, 3,12 persen digunakan untuk biaya bahan bakar, sekitar 2,15 persen untuk biaya suku cadang kapal, dan 1,04 persen lainnya  untuk biaya sandar.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Bisnis
1 hari lalu

Jelang Pergantian Direksi BEI, Purbaya: Harus Komitmen Bersihkan Penggorengan Saham

Keuangan
9 hari lalu

Deretan 10 Saham Top Gainers Sepekan, Ada yang Naik 94 Persen

Keuangan
10 hari lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Terkoreksi ke 8.537, PJHB-SKBM Pimpin Top Losers

Keuangan
10 hari lalu

IHSG Hari Ini Dibuka di Zona Hijau, Nilai Transaksi Tembus Rp1,6 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal