Ilustrasi minyak goreng curah. (Foto: MPI/Heri Purnomo)
Suparjo Ramalan

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mulai mendistribusikan minyak goreng curah ke wilayah Indonesia Timur. Saat ini, Holding BUMN Pangan atau ID Food telah menyalurkan 300 ton minyak goreng di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Adapun distribusi minyak goreng ini merupakan wujud kolaborasi antara Holding BUMN Pangan atau ID Food, Kementerian Perhubungan, Badan Pangan Nasional, PTPN Group, PT Pos Indonesia (Persero), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). 

Selain minyak, holding juga menyalurkan 800 ton gula. Kedua komoditas ini diangkut menggunakan fasilitas tol laut menuju Kupang. 

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan ada beberapa wilayah Indonesia Timur yang menjadi fokus pendistribusian minyak goreng dan gula pasir. 

"Selain Kupang, kita juga akan distribusikan minyak goreng ke wilayah Indonesia Timur lainnya, termasuk Sorong, dan Merauke. Jadi kita berdayakan wilayah Indonesia Timur sehingga perekonomiannya juga berkembang. Selain minyak goreng dan gula, bisa juga distribusi komoditas lain via tol laut seperti beras dan jagung," ungkap Arief, Rabu (11/5/2022).

Pernyataan senada disampaikan Tenaga Ahli Menteri Perhubungan, Andre Mulyana, yang ikut mengawal langsung kedatangan kapal hingga proses dispensing minyak goreng ke tangki distribusi dari lokasi gudang PT BGR Logistik Indonesia.

Sesuai estimasi, kapal tiba pada 10 Mei 2022. Kedatangan kapal pun disambut oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tenau Kupang, BUMN Holding Pangan, BRI, Pos Indonesia, PTPN Group dan pemerintah daerah setempat. 

Sementara itu, Direktur Utama ID Food, Frans Marganda Tambunan, mengatakan sebanyak 300 ton minyak goreng curah dan 800 ton gula mulai didistribusikan ke pasar-pasar tradisional dan UMKM di Kupang. 

Prosesnya pun melibatkan asosiasi pedagang pasar dan koperasi melalui anak usaha Holding PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan Rajawali Nusindo.

“Kedepan ID Food sedang mempersiapkan platform digital agar setiap pendistribusian pangan dapat termonitor hingga ke konsumen," ungkap Frans.

Untuk menciptakan ekosistem pangan di wilayah lokal, lanjut Frans, pihaknya menggandeng nasabah UKM binaan Bank BRI untuk pendistribusian minyak goreng ke pasar-pasar tradisional dan UMKM di daerah. Bahkan, BRI dapat mendukung UKM maupun Pedagang jika ada yang membutuhkan pembiayaan.


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT