Kesiapan infrastruktur tersebut turut didukung oleh lebih dari 5.000 personel siaga yang bertugas memastikan operasional SPKLU berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan layanan kepada pengguna kendaraan listrik selama periode mudik.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, PLN juga menyiapkan 15 unit SPKLU Mobile yang disiagakan di sejumlah titik exit tol. Fasilitas ini disiapkan untuk membantu pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan pengisian daya darurat selama perjalanan.
Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik, PLN juga menghadirkan dukungan layanan digital melalui fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) yang terintegrasi dalam superapps PLN Mobile.
Melalui fitur Trip Planner, pengguna dapat dengan mudah menemukan lokasi SPKLU di sepanjang rute perjalanan sekaligus merencanakan pengisian daya secara lebih efisien. Selain itu, PLN juga menghadirkan fitur AntreEV yang memungkinkan pengguna memantau antrean SPKLU secara real-time melalui skema AntreEV Walk-in.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fitur Trip Planner dan AntreEV pada aplikasi PLN Mobile, sehingga perjalanan mudik dengan kendaraan listrik dapat direncanakan dengan lebih baik dan nyaman,” tutur Darmawan.
Tidak hanya itu, PLN juga makin memanjakan para pengguna kendaraan listrik melalui layanan pembayaran EV-TAP. Hingga saat ini, sebanyak 20 unit SPKLU di rest area yang tersebar sepanjang jalur mudik Trans Jawa telah dilengkapi dengan sistem pembayaran melalui kartu uang elektronik, sehingga proses pengisian daya kendaraan listrik makin mudah dan fleksibel.
Selain itu, pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan bantuan terkait pengisian daya juga dapat menghubungi layanan SPKLU melalui aplikasi PLN Mobile maupun hotline WhatsApp 0877-71112-123 yang tersedia selama 24 jam.