Pengiklan Hengkang, X Diprediksi Kehilangan Pendapatan Rp1,16 Triliun

Aditya Pratama
Perusahaan media sosial milik Elon Musk, X diprediksi bisa kehilangan pendapatan iklan sebesar 75 juta dolar AS atau setara Rp1,16 triliun pada akhir 2023. (Foto: Reuters)

SAN FRANCISCO, iNews.id - Perusahaanmedia sosial milik Elon Musk, X diprediksi bisa kehilangan pendapatan iklan sebesar 75 juta dolar AS atau setara Rp1,16 triliun pada akhir tahun 2023. Hal ini imbas hengkangnya sejumlah merek besar yang berhenti mengiklan di media sosial yang dahulu bernama Twitter ini.

Mengutip Reuters, sejumlah perusahaan termasuk Walt Disney dan Warner Bros Discovery menghentikan sementara iklan mereka di X setelah Musk mendukung postingan antisemit di platform tersebut.

X membalas dan menggugat kelompok pengawas media, Media Matters, dengan menuduh organisasi tersebut mencemarkan nama baik platform dengan laporan yang mengatakan iklan untuk merek-merek besar termasuk Apple dan Oracle muncul di sebelah postingan yang menggembar-gemborkan Adolf Hitler dan partai Nazi.

Dokumen internal yang dilihat oleh TheNew York Times minggu ini mencantumkan lebih dari 200 unit iklan perusahaan seperti Airbnb, Amazon, Coca-Cola dan Microsoft telah menghentikan atau sedang mempertimbangkan untuk menjeda iklan mereka di jejaring sosial.

Manajemen X menyampaikan, pendapatan sebesar 11 juta dolar AS berada dalam risiko dan angka pastinya berfluktuasi karena beberapa pengiklan kembali ke platform dan yang lainnya meningkatkan pengeluaran, menurut laporan tersebut.

Seperti diketahui, pengiklan telah meninggalkan platform X sejak Musk membelinya pada Oktober 2022 dan mengurangi moderasi konten. Ini mengakibatkan peningkatan tajam ujaran kebencian di situs tersebut, menurut kelompok hak-hak sipil.

Pendapatan iklan X di AS telah menurun setidaknya 55 persen dari tahun ke tahun setiap bulan sejak diambil alih Musk.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar Medsos yang Dilarang untuk Anak-Anak di Inggris, TikTok hingga Instagram!

57 tahun lalu

Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja

57 tahun lalu

Ikuti Indonesia, Inggris Resmi Melarang Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

57 tahun lalu

Hoaks! Jubir Kementerian ESDM Bantah Isu Masyarakat Diminta Pakai Solar saat Harga Pertamax Naik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal