Salah satu penyewa tenant di mal Tamini Square, Anggi. (Foto: Iqbal Dwi Purnama/MPI)
Iqbal Dwi Purnama

JAKARTA, iNews.id - Dampak pandemi Covid-19 nampaknya masih membekas pada pelaku usaha di sektor ritel di tengah pemulihan ekonomi. Meski sudah dilonggarkan, minat masyarakat untuk berkunjung ke pusat perbelanjaan atau mal masih belum pulih seperti sebelum pandemi.

Hal ini dirasakan oleh salah satu penyewa tenant di Mal Tamini Square, Anggi. Menurutnya, saat ini masyarakat yang datang ke Tamini Square masih tergolong rendah.

Menurutnya, hal ini berpengaruh terhadap omzetnya. Sedangkan ketika mal diperbolehkan kembali beroperasi, bersamaan Anggi juga harus membayar sewa tenant yang ditempatinya.

"Para pedagang pemasukan dari customer, jadi yang masuk sedikit, jadi berdampak drastis pada omzet," ujar Anggi kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (23/7/2022).

Anggi yang berjualan pakaian di mal tersebut menambahkan, sejak pandemi melanda hingga saat ini dia harus bertarung dengan para penjual pakaian lainnya di internet atau melalui platform penjualan seperti e-commerce.

"Jauh sekali (penurunannya) dibandingkan bulan sebelum (pandemi) bisa berkurang 60-70 persen," kata dia.

Setelah kondisi pandemi seperti saat ini bukan menjadi harapan lengkap bagi Anggi. Ketidakpastian masih membayangi ketika pemerintah kembali memperketat syarat untuk masuk mal dengan mewajibkan vaksin booster.

Bukan tidak setuju adanya kebijakan tersebut, saat ini harapan Anggi digantungkan kepada masyarakat lainnya ketika secara sadar untuk melakukan vaksin booster dan kembali mengunjungi mal.

Kepada pemerintah, Anggi berharap adanya sosialisasi yang masif kembali untuk mempercepat pelaksanaan vaksin booster kepada masyarakat dan tidak dilakukan kembali pembatasan seperti sebelumnya.

"Setuju saja karena untuk kesehatan, lebih baik mencegah dari pada mengobati, harapnnya sosialisasi (dari pemerintah) masyarakat juga apa salahnya mengikuti anjuran pemerintah," ucapnya.


Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT