Penumpang KRL Yogyakarta-Solo pada 2021 Bisa Tembus 6 Juta Orang

Suparjo Ramalan
Tingkat keterisian atau okupansi Kereta Rel Listrik (KRL) koridor Yogyakarta-Solo pada 2021 diproyeksi bisa mencapai 6 juta penumpang.  (Foto: Sindonews)

Pemilihan KRL sebagai sarana kereta api di lintasan Yogya-Solo tidak terlepas dari adanya peningkatan kepadatan lalu lintas dalam pergerakan penumpang di wilayah aglomerasi tersebut. 

KRL di koridor ini menggantikan operasi kereta api Prambanan Ekspress atau Prameks yang bergerak dengan mesin diesel sejak 1994. Pembangunanya juga menjadi rencana induk kereta api dengan penggunaan energi listrik sebagai penggerak efektif efisien dan ramah lingkungan. 

KAI telah membangun sarana dan prasarana KRL tersebut sejak 21 Juli 2020. Pembangunan dilakukan dari Stasiun Tugu Yogyakarta sampai Stasiun Balapan Solo. Dalam pengoperasian KRL Yogyakarta-Solo secara penuh dilakukan pada akhir Desember 2020. 

Untuk tahap awal, kapasitas KRL ini 200 kursi untuk empat gerbong. Ke depan, kapasitas akan meningkat antara 800-1.000 kursi dengan 12 gerbong. Kehadiran KRL dinilai sangat penting agar beban jalan raya bisa berkurang. 

"Program ini merupakan yang pertama kali di DIY karena daerah lain belum dibangun, karena melihat jalur Yogyakarta-Solo sangat potensial penumpangnya," ujar Zulkifli.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
3 hari lalu

KRL Bogor-Jakarta Kota Dilempar Botol hingga Kaca Pecah, KAI Buru Pelaku

5 hari lalu

Tawuran Warga di Manggarai Dibubarkan, Perjalanan KRL Berangsur Normal

5 hari lalu

KRL Lintas Bogor Disetop Imbas Tawuran di Manggarai, Perjalanan 14 Kereta Tertahan

5 hari lalu

Tawuran Pecah di Dekat Rel Manggarai-Pasar Minggu, KRL Lintas Bogor Terganggu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal