Perang Rusia-Ukraina Tak Kunjung Berakhir, Negara G20 Disebut Paling Terdampak Ekonominya

Anggie Ariesta
Seorang anggota Layanan Penjaga Perbatasan Negara Ukraina berjaga-jaga di titik penyeberangan Goptovka di perbatasan antara Rusia dan Ukraina di Wilayah Kharkiv, Ukraina. (Foto: Reuters)

Kepala ekonom Moody's Analytics, Mark Zandi mengatakan, The Fed menaikkan harga minyak dan ekspektasi konsumen akan kenaikan harga. Perang malah membuat The Fed akan secara agresif menaikkan suku bunga, meningkatkan risiko resesi.

“Dampak invasi Rusia terhadap ekonomi AS telah menjadi lebih bermasalah secara bermakna,” ujar Zandi dikutip dari The Washington Post, Jumat (15/4/2022).

Perang dan sanksi selanjutnya juga telah menyebabkan kerusakan tak terduga pada arus perdagangan global. Rusia dan Ukraina bersama-sama menyumbang kurang dari 3 persen dari ekspor global.

Menurut sebuah studi baru Bank Dunia terkait efek perang, permusuhan telah memperumit rantai pasokan dengan menaikkan biaya pengiriman dan asuransi di wilayah Black Sea.

Bank Dunia menambahkan, setelah lebih dari dua tahun malapetaka rantai pasokan kronis, perang telah menjadi satu lagi menjadi penyebab sakit kepala bagi industri otomotif, petrokimia, pertanian dan konstruksi.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Suhu 46 Derajat Celsius, AS Batalkan Parade Hari Kemerdekaan Ke-250 di Washington DC

57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal