Sinergi tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur AI tidak hanya mendukung kebutuhan teknologi, tetapi juga mendorong pemanfaatan yang lebih luas dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
“Pengembangan infrastruktur AI dalam skala nasional membutuhkan kolaborasi berbagai pihak dengan capability yang berbeda namun saling melengkapi. Peran Danantara Indonesia adalah membantu mengorkestrasi BUMN, infrastructure providers, technology partners, dan investment ecosystem sehingga pengembangan teknologi tidak berhenti pada infrastruktur, tetapi memiliki jalur menuju adoption, utilization, dan penciptaan nilai bagi ekosistem nasional,” kata Irwan.
Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar menegaskan komitmen PLN dalam menyiapkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal untuk mendukung pertumbuhan industri pusat data di Indonesia. Seiring meningkatnya kebutuhan listrik akibat perkembangan teknologi digital, PLN terus mendorong perencanaan sistem kelistrikan yang adaptif dan terintegrasi agar mampu memenuhi kebutuhan industri dengan tetap menjaga keandalan pasokan listrik.
“Pertumbuhan industri data center di Indonesia membutuhkan dukungan listrik yang tidak hanya besar, tetapi juga andal dan stabil. Untuk itu, diperlukan perencanaan dan kesiapan infrastruktur kelistrikan yang mampu mengikuti perkembangan proyek. Melalui kolaborasi ini, PLN siap menjajaki skema penyediaan infrastruktur kelistrikan yang sesuai kebutuhan, dengan tetap memperhatikan aspek reliability, scalability, dan sustainability,” ucap Suroso.
Kebutuhan tersebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan industri pusat data nasional. Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) mencatat kapasitas pusat data Indonesia berada di kisaran 1 gigawatt (GW) per Mei 2026 dan berpotensi mencapai 11 GW pada 2030. Pertumbuhan ini turut meningkatkan kebutuhan terhadap pasokan listrik, sistem pendingin, dan konektivitas yang mampu menopang operasional pusat data berskala besar.