Pertamina Beberkan 3 Faktor Penyebab Kerugian Rp11 Triliun

Oktiani Endarwati
PT Pertamina (Persero) tercatat mengalami kerugian sekitar Rp11 triliun pada semester I 2020. (Foto: AFP)

Emma melanjutkan, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga berdampak signifikan di mana pada akhir tahun lalu rupiah berada di posisi Rp13.900 per dolar AS dan relatif stabil dibanding pada kuartal kedua tahun 2020.

"Memasuki kuartal kedua kurs itu sangat fluktuatif. Pertamina terdampak sekali karena buku kita dalam dolar AS, sementara revenue dalam rupiah. Belanja crude dalam dolar. Jadi dari revenue turun dan selisih kurs kita sangat terdampak sekali," tuturnya.

Emma menuturkan, faktor lainnya adalah pelemahan Indonesian Crude Price (ICP). Di satu sisi hilir berdampak namun sebenarnya tidak karena ada penurunan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan juga avtur sementara stok masih banyak.

"Jadi menumpuk barang. Kita tidak enjoy dengan penurunan harga ICP. Sementara kilang kita masih konsumsi harga crude yang lebih mahal, mungkin 2-3 bulan ke belakang," kata dia.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
21 jam lalu

Harga BBM Pertamina 21 Maret 2026 saat Lebaran, Ada yang Naik?

Nasional
1 hari lalu

Pertamina Temukan Harta Karun Migas di Sumsel, Berpotensi Hasilkan 505 Barel Minyak per Hari

Nasional
2 hari lalu

Daftar Harga BBM Pertamina 20 Maret 2026 jelang Lebaran, Lengkap Pertalite-Pertamax

Nasional
3 hari lalu

Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 19 Maret 2026, Cek Sebelum Mudik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal