Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pertamina memberikan bantuan motor listrik roda tiga sebagai pengangkut sampah dan tempat penampungan sampah berukuran besar.
Adanya kendaraan pengangkut sampah, juga membantu pengelola menjangkau masyarakat di Desa Kuta yang terdiri dari 20 Dusun.
Ketua Bank Sampah Putri Nyale Hanila mengatakan, meningkatnya aktivitas masyarakat dan dunia usaha, termasuk selama gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, membuat layanan pemilahan dan pengolahan sampah semakin dibutuhkan.
Bank Sampah Putri Nyale berdiri pada 2022 untuk menjawab kebutuhan pengelolaan sampah di Desa Kuta, yang saat itu belum memiliki fasilitas pemilahan dan pemrosesan memadai. Pengelola kemudian mengajak masyarakat untuk lebih peduli, mulai memilah sampah agar lingkungan lebih bersih dan nyaman.
Hanila mengatakan, kegiatan bank sampah sempat terhenti pada 2023 akibat kendala pasokan air dari sumur bor, serta keterbatasan fasilitas. Dengan kolaborasi berbagai pihak, operasional bank sampah kembali berjalan dan berkelanjutan.