“Dengan waktu pemboran lebih cepat Asset 4 Poleng Field mampu menekan biaya RKAP hingga 75%. Pemboran sumur POL-N2 yang semula dianggarkan sebesar sekitar 15,5 juta dolar AS realisasi biaya mampu ditekan menjadi sekitar 11,6 juta dolar AS,” ujar Charles.
Tdak hanya berhasil di pemboran POL-N2, Pertamina EP Asset 4 juga menunjukkan kepiawaiannya untuk pemboran di darat. Dalam hal ini pemboran sumur TPN-4 yang berlokasi di Dusun Tapen, Desa Sidoharjo Kecamatan Senori Kabupaten Tuban Jawa Timur, juga berhasil mendapat produksi baru dengan hasil uji kandung minyak sekitar 250 BOPD pada jepitan 40/64.
"Sumur yang mulai dibor sejak 15 Oktober 2017 ini selesai dikerjakan dengan kedalaman sumur mencapai sekitar 2,022 meter dan waktu pekerjaan yang lebih cepat dari target yaitu 31 hari serta membutuhkan biaya lebih efisien 25 persen dari anggaran yang disetujui SKK Migas sekitar 4,2 juta dolar AS,” kata Heru Irianto, Cepu Field Manager.
Heru mengatakan, pekerjaan di struktur Tapen dilanjutkan dengan pemboran di titik sebelahnya yaitu Tapen 5 yang berjarak tidak jauh dari titik sumur Tapen 4. Hal ini untuk memenuhi komitmen dalam ketahanan produksi migas nasional.
"Dengan keberhasilan pemboran di dua lokasi ini membawa Asset 4 mencapai produksi 120,3 % dari Target 2017 sebesar 12.255 barel per hari (bph) dengan kumulatif produksi per tanggal 11 november 2017 mencapai 14.744 bph dan produksi gas mencapai 157,19 mmscfd,” ujar Didik.
Dia menambahkan, manajemen Pertamina EP Asset 4 berharap keberhasilan ini menambah semangat dari seluruh rekan pekerja dan di seluruh Indonesia pada umumnya.