Perusahaan Pangeran Saudi Pertahankan Saham di Twitter setelah Diakuisisi Elon Musk

Aditya Pratama
Kingdom Holding Company (KHC) Arab Saudi bersama Pangeran Alwaleed bin Talal tetap mempertahankan kepemilikan mereka atas saham Twitter. (Foto: Reuters)

Ketika kesepakatan tersebut ditutup, Agrawal dan Segal yang berada di kantor pusat Twitter di San Francisco dikawal keluar. Musk juga berencana untuk menjadi CEO sementara Twitter. 

Penutupan kesepakatan mengakhiri kisah selama berbulan-bulan Musk untuk membeli platform media sosial dan kemudian mencoba untuk membatalkannya, hingga memicu pertempuran di pengadilan.

Musk pada akhirnya setuju untuk kembali ke tawaran pertamanya pada awal bulan ini, dan diberi waktu hingga Jumat (28/10/2022) untuk menyelesaikan kesepakatan. Kedua belah pihak akan dipaksa untuk kembali ke pengadilan jika kesepakatan tidak ditutup.

Pembelian Twitter oleh Musk dijamin dengan pendanaan dari sejumlah investor, termasuk Larry Ellison, salah satu pendiri perusahaan perangkat lunak Oracle, dan Qatar Holding yang dikendalikan oleh Dana Kekayaan Negara Qatar.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 hari lalu

Indonesia Buka Peluang Investasi Energi Surya 100 GWp, Investor AS Dibidik

2 hari lalu

BI Beberkan Jurus untuk Tarik Investor Asing ke Aset Rupiah 

3 hari lalu

MNC Sekuritas Gelar Emiten Talk: Transforming Mobility Unlocking Growth, bersama VKTR di IG Live

11 hari lalu

Pramono Tawarkan 37 Proyek Jakarta ke Investor Dunia di New York, Nilainya 7 Miliar Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal