Perusahaan Startup Ramai-ramai Lakukan PHK, Kenapa?

ikhsan SP
Ilustrasi perusahaan startup. (Foto: dok iNews)

Menurut Heru setelah reorganisasi, nantinya masing-masing layanan hanya akan memiliki tiga sampai empat pemain utama.

"Seperti transportasi online ya Gojek dan Grab, pembayaran digital ya Gopay, Ovo, lagi merangsek pasar shopeepay, begitu juga e-commerce," kata Heru.

Dia  kalau pemain baru di bidang yang sama akan berat kecuali keuangnnya kuat atau ada solusi layanan baru yang berbeda.

"Sejak awal memang bisa disebut bubble karena rentan dimana startup sebenarnya tidak miliki aset karena aset ada mitra. Sehingga yang tidak diminati masyarakat, dan masyarakat menjadi bagian dari mitra yang kuat, pasti akan rontok," ujar Heru.

Dia juga menjelaskan, target 25 unicorn yang dibuat oleh pemerintah akan menemui tantangan besar dan sudah tidak mudah lagi.

"Kalau saya melihat ini bukan pecahnya gelembung, tapi gelembung mulai bocor," tutur Heru.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

May Day di Monas, Prabowo Umumkan Sudah Teken Keppres Satgas PHK dan Kesejahteraan Buruh

Nasional
30 hari lalu

Buruh Sebut Konflik AS-Israel dan Iran Picu Ancaman PHK di RI

Bisnis
3 bulan lalu

Bangkit dari PHK, UMKM Roti Rumahan Berhasil Tembus Pasar Ekspor berkat BRI

Seleb
3 bulan lalu

Geger! Prilly Latuconsina Mulai Kerja Jadi Sales Besok, Ini Perusahaannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal