Peternak Unggas Curhat Merasa Tidak Diperhatikan Pemerintah

azhfar muhammad
Peternak unggas curhat merasa tidak diperhatikan pemerintah. Foto: Antara

Terkait sejumlah masalah yang dihadapi peternak, dia mengaku telah berkoodinasi dengan berbagai elemen dan stakeholder serta melayangkan surat kepada peemrintahuntuk menindaklanjuti segala permasalahan yang terjadi di jangka pendek dan panjang. 

“Kita berharap ini bisa segera dieksekusi pertama harga jagung ini menjadi normal dan pulih bisa di harga Rp4.500. Bagaimana caranya pemerintah bisa mensubsidi kemudian kejadian-kejadian yang terjadi tidak terulang lagi dan menyiapkan cadangan pangan dan harga ayam dan telur naik lagi dan dimasukan ke bansos lagi," tuturnya. 

Dia juga berharap pemerintah membantu dalam mengatasi masalah harga dan stok jagung untuk pakan ternak.

“Kami berharap dinamika harga jagung untuk pakan ternak di pasaran bisa stabil dan pemerintah bisa membangun regulasi bersama antar kementerian yang bisa melindungi peternak," ucapnya. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wamentan Pastikan Indonesia Tak Lagi Impor Beras, Jagung dan Gula

57 tahun lalu

Insentif Motor Listrik Ditunda Sebulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji

57 tahun lalu

Bahlil Pastikan Harga BBM dan Elpiji Subsidi Tak Naik: Itu Perintah Bapak Presiden!

57 tahun lalu

Pramono Pastikan Transjabodetabek Tetap Disubsidi meski Tarif Akan Naik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal