Petronas hingga British Petroleum Siap Garap Cadangan Migas Terbesar di Aceh

Mochamad Rizky Fauzan
SKK Migas menilai potensi migas di perairan Aceh cukup menjanjikan. Ini terlihat dari beberapa perusahaan migas kelas kakap yang mencari cadangan di WK Andaman. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menilai potensi minyak dan gas bumi (migas) di perairan Aceh cukup menjanjikan. Hal ini terlihat dari beberapa perusahaan migas kelas kakap yang mulai berlomba mencari cadangan di wilayah kerja Andaman, meliputi Andaman I, II, dan III. 

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menuturkan, temuan cadangan migas oleh Premier Oil di Blok Andaman II melalui pengeboran sumur eksplorasi Timpan-1 telah mendapat perhatian beberapa perusahaan migas kelas dunia. Semua mata pun tertuju pada potensi migas di utara Aceh. 

"Ada BP (British Petroleum), Petronas, Mubadala, Repsol, Premier juga serius di sana. Yang terakhir BP juga mulai melirik North Bali, ini kalau sukses ini suplai jaringan gas yang sudah ada, tidak jauh dengan jaringan Madura ke Jawa, itu bagus untuk industri di Jawa," ujar Dwi dalam suatu acara secara daring, Senin (25/7/2022). 

Wilayah Kerja Andaman sendiri terdiri dari tiga Blok, yaitu Andaman I yang dikelola Mubadala Petroleum RSC Ltd dengan hak partisipasi 80 persen sementara Premier Oil 20 persen.

Kemudian, Blok Andaman II oleh Premier Oil dengan participating interest sebesar 40 persen sekaligus menjadi operator, BP 30 persen dan Mubadala Petroleum 30 persen, dan Andaman III oleh Repsol Andaman BV dengan partner perusahaan asal Malaysia, Petronas. 

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji mengatakan wilayah Andaman kemungkinan bisa masuk dalam area giant discovery yang berpotensi menjadi temuan cadangan migas terbesar dunia.  Terutama jika Repsol selaku operator Blok Andaman III kembali mengulang kesuksesan yang dilakukan oleh Premier Oil di Andaman II. 

"Blok Andaman III kan oleh Repsol, kalau ini ketemu juga ini bisa menjadi penemuan besar dunia. Kalau di sana ketemu, menyebarnya ke Thailand karena arahnya ke sana jadi luar biasa kalau ada," ucap Tutuka.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bahlil Pastikan Tak Ada Pemotongan Kuota Ekspor Gas di 2026: Gak Perlu Khawatir

57 tahun lalu

SKK Migas Kejar Target Lifting 610.000 Barel per Hari, 39 Sumur Minyak Siap Dibor

57 tahun lalu

Kecelakaan Sepeda Tewaskan Pejabat SKK Migas, Pramono Panggil Dirut Transjakarta

57 tahun lalu

Profil Hudi Dananjoyo Suryodipuro, VP SKK Migas yang Meninggal usai Tabrak Bus TransJakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal