Pompa Ekonomi, Hong Kong Bagi-Bagi Uang Tunai Rp18 Juta per Orang

Rahmat Fiansyah
Seorang pria berjalan di depan etalase yang menunjukkan beragam mata uang di Hong Kong. (Foto: AFP)

Chen mengatakan, stimulus itu akan berlaku penuh tahun ini dan akan dikurangi secara progresif pada masa mendatang. Pengurangan itu tergantung dari defisit fiskal Hong Kong.

Dia memperkirakan anggaran Hong Kong akan mulai defisit pada April 2020. Kondisi ini membuat Hong Kong untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir menerapkan kebijakan fiskal ekspansif dengan neraca defisit.

"Defisit ini terutama disebabkan pendapatan pemerintah tidak mampu mengimbangi kenaikan belanja yang drastis," ucapnya.

Menurut Chen, stimulus ini dimungkinkan karena Hong Kong memiliki dana cadangan APBN sebesar 1 triliun dolar HK. Namun, kata dia, pemerintah harus mendorong pertumbuhan ekonomi dan mencari sumber penerimaan baru dalam jangka panjang agar fiskal tetap sehat.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Internasional
1 bulan lalu

Meriahnya Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Berbagai Negara

Nasional
1 bulan lalu

Purbaya Sebut Akses Modal Kerja Lebih Dibutuhkan untuk Atasi Badai PHK

Internasional
2 bulan lalu

Kebakaran Apartemen Hong Kong Renggut 159 Nyawa, Departemen Pemadam Kebakaran Dibohongi

Internasional
2 bulan lalu

Polisi Hong Kong Tangkap 21 Orang terkait Kebakaran Apartemen, Korban Tewas 159

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal