Luthan menjelaskan, strategi awal ekspansi platform microdrama tersebut difokuskan pada negara-negara berkembang, seperti Filipina, Meksiko dan India. Pemilihan pasar tersebut didasarkan pada biaya pemasaran yang relatif lebih rendah dibandingkan negara maju.
Selain itu, MSIN mengandalkan kemampuan produksi konten eksklusif sebagai salah satu keunggulan dalam menghadapi persaingan industri microdrama global.
Menurut Luthan, biaya produksi satu judul microdrama di Indonesia dapat ditekan hingga sekitar 15.000 dolar AS. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan biaya produksi di sejumlah negara lain yang berkisar 100.000-200.000 dolar AS per judul.
Efisiensi biaya produksi dan pemasaran tersebut juga memungkinkan perseroan menawarkan layanan dengan harga lebih kompetitif. Luthan menyebut, biaya berlangganan platform microdrama perseroan berada di kisaran 3 dolar AS, lebih rendah dibandingkan sejumlah platform pesaing yang mengenakan tarif sekitar 10-20 dolar AS per bulan.
"Karena kita memproduksinya dari Indonesia, human capital cost-nya bisa terbilang relatif lebih rendah dibanding negara-negara lain. Sehingga untuk kita menciptakan sebuah konten, itu pasti biayanya lebih rendah," katanya.