PPKM diperpanjang, pintu masuk jalur udara bagi pelaku perjalanan luar negeri ditambah. (Foto ist).
Raka Dwi Novianto

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di dalam maupun luar Jawa dan Bali. PPKM diperpanjang sejak 2 hingga 15 Agustus 2022 mendatang.

Hal tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2022 untuk pelaksanaan PPKM di Jawa dan Bali serta Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2022 untuk PPKM di Luar Jawa dan Bali.

Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA mengatakan, dalam aturan tersebut terdapat penambahan pintu masuk bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

"Penambahan pintu masuk bagi pelaku perjalanan luar negeri juga dilakukan terhadap enam bandar udara," kata dia dalam keterangannya, Selasa (2/8/2022).

Enam bandara tersebut, yaitu Bandara Sultan Iskandar Muda, Bandara Minangkabau, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Bandara Adi Sumarno, Bandara Syamsudin Noor, dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.

Safrizal pun meminta kepada para Kepala Daerah untuk terus melakukan dukungan percepatan pelaksanaan booster secara proaktif, terfokus, dan terkoordinir sebagai wujud preventive action terhadap varian baru yang muncul. 

Selain itu, melalui penguatan kerja sama antara jajaran Forkopimda, pemerintah daerah maupun aparat kewilayahan diminta untuk terus mengintensifkan pemantauan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di area-area publik.

"Sehingga masyarakat tetap waspada dan memperhatikan disiplin prokes, mengingat sesaat lagi akan banyak kegiatan-kegiatan perayaan HUT RI atau 17-an yang selama dua tahun belakangan ini tidak dapat diselenggarakan," ujar Safrizal.

Adapun perpanjangan PPKM dilakukan karena terjadinya peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir. 

“Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa PPKM kembali diperpanjang mengingat kondisi belakangan ini kasus aktif menunjukkan peningkatan dikarenakan subvarian baru dari Omicron yang dikenal dengan istilah BA.4 dan BA.5," tutur Safrizal. 

"Walaupun begitu, pelaksanaan PPKM di seluruh daerah tetap menunjukkan penanganan pandemi yang terus terkendali,” imbuhnya.

Safrizal menjelaskan, kondisi di seluruh daerah, baik itu di Jawa dan Bali maupun di luar Jawa serta Bali tetap berada di level 1. 

“Penetapan level 1 di seluruh Indonesia tentunya juga berdasarkan pertimbangan dari para pakar dengan mempertimbangkan kondisi faktual di lapangan," ujarnya.



Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT