PT IWIP Targetkan Bisa Produksi Bahan Baku Baterai pada 2022

Aditya Pratama
Ilustrasi baterai kendaraan listrik. (Foto: Antara)

"Jadi untuk mencapai baterai ini harus melewati beberapa fase, mungkin 4-5 fase," ucapnya.

Proses RKEF sendiri banyak digunakan untuk menghasilkan feronikel dan nikel-matte. Proses ini diawali dengan pengeringan kandungan moisture hingga 45 persen melalui proses pretreatment. 

Pada proses tersebut, bijih laterit dikeringkan dengan rotary dryer pada temperatur 250 derajat celcius hingga kandungan moisturenya mencapai 15-20 persen. 

Produk dari rotary dryer selanjutnya masuk ke-tahap kalsinasi (pre-reduksi) menggunakan rotary kiln pada suhu 800-900 derajat celcius.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Mobil
1 bulan lalu

Kendaraan Listrik Tak Terbendung, Hilirisasi Nikel Jadi Senjata Utama Indonesia

Nasional
1 bulan lalu

Hilirisasi Nikel Mendesak, Indonesia Kejar Kedaulatan Energi di Tengah Gejolak BBM Global

Mobil
2 bulan lalu

Leapmotor Perkenalkan Teknologi Baterai Cell-to-Chassis, Apa Itu?

Aksesoris
3 bulan lalu

Tempat Penyimpanan Baterai EV Rentan Kebakaran, Tak Sembarangan Ruangan Dilapisi Cat Khusus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal