“Setelah dilakukan pengujian struktur bangunan yang mengacu kepada SNI terbaru, maka baru masuk tahap renovasi/rekondisi. Dalam pekerjaan di lapangan ada beberapa penguatan, baik itu pondasi maupun struktur kolom penyangga,” ujar .
Sugeng menambahkan, karena merupakan cagar budaya maka bentuk bangunan asli termasuk karya seni rupa patung relief akan dijaga keasliannya. “Transformasi Sarinah ini bertujuan untuk membangun Sarinah dengan dimensi gaya lama dengan menjaga keasliannya, namun dengan estetika kekinian agar menjadi ikon ke depannya,” ujarnya.
Dia menambahkan, untuk dapat menjadi ikon terkini maka diperlukan tambahan sarana prasarana yang memudahkan pengunjung untuk datang ke Sarinah. “Salah satunya dengan rencana penambahan area parkir basement sebanyak dua lantai. Juga akan ada tambahan mezzanine sebanyak dua lantai dan untuk casing/facadenya akan diubah ke kondisi asli tampilan pada waktu pertama kali dibangun pada tahun 1960an,” ujarnya.