RI Manfaatkan Program PGII Baru Bangun Koridor Ekonomi hingga Investasi Infrastruktur

Dovana Hasiana
RI manfaatkan program PGII baru bangun koridor ekonomi hingga investasi infrastruktur. Foto: Kemenko Perekonomian

JAKARTA, iNews.id - Para pemimpin kelompok negara industri maju G7 menegaskan komitmennya mengidentifikasi peluang baru guna meningkatkan kemitraan untuk infrastruktur dan investasi global atau Partnership for Global Infrastructure Investment (PGII) di tengah KTT G7 2023 di Hiroshima, Jepang. Indonesia pun memanfaatkan program PGII baru untuk membangun koridor ekonomi, investasi infrastruktur, dan konektivitas.  

Sesuai dengan rilis yang dikeluarkan Gedung Putih, Presiden Biden dan gagasan kemitraan infrastruktur unggulan ini, telah menarik investor besar untuk merespons permintaan global dalam hal pembiayaan infrastruktur berkualitas di negara-negara berkembang dan negara berpenghasilan rendah.

Pada 2022 lalu, di tengah KTT G20 di Bali, Presiden Joko Widodo, Presiden Biden dan Komisi Uni Eropa, Ursula Van der Layen bersama-sama meluncurkan PGII sebagai upaya pengembangan infrastruktur dan investasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang melanjutkan pertemuan PGII bersama kedua pemimpin tersebut mengumumkan peluang kerja sama, termasuk di dalamnya Just Energy Transition Partnership (JETP) atau kemitraan untuk transisi energi yang berkeadilan.

Sejak PGII diluncurkan, para pemimpin G7 bersama negara berkembang yang bermitra, mulai bekerja untuk memobilisasi ratusan miliar dolar dalam pembiayaan infrastruktur, antara lain infrastruktur energi, fisik, digital, kesehatan, dan ketahanan iklim. Fokus utama dari kemitraan ini adalah untuk kesetaraan, meningkatkan standar ketenagakerjaan dan lingkungan, serta mempromosikan transparansi, tata kelola, dan langkah-langkah antikorupsi.

Pada KTT G7 2023, Biden mengumumkan serangkaian PGII baru untuk membangun koridor ekonomi transformatif dan mendorong investasi infrastruktur, yang dapat menghubungkan pembangunan ekonomi di berbagai negara dan sektor. Hingga saat ini, Amerika Serikat telah memobilisasi 30 miliar dolar AS melalui hibah, pembiayaan federal, dan meningkatkan investasi sektor swasta. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Nasional
10 jam lalu

Rizal Fadillah Minta Polisi Tegas soal Kasus Ijazah Jokowi: Beri Kepastian Hukum!

Nasional
6 jam lalu

David Pajung: Sidang Kasus Ijazah Jokowi Harus Terbuka agar Publik Melihat Fakta

Nasional
12 jam lalu

Roy Suryo Cs Belum Ditahan, Khozinudin: Polisi dan Jaksa Ragu!

Nasional
13 jam lalu

Roy Suryo Cs Sentil Kubu Jokowi: Klaim P21 tapi Desak Penahanan ke Penyidik, Gak Nyambung!

Nasional
13 jam lalu

IPW: Hanya Jokowi yang Berhak Melaporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik terkait Ijazah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal