Rusia Tangguhkan Kesepakatan Ekspor Gandum Ukraina, Biden Marah: Benar-benar Keterlaluan

Dinar Fitra Maghiszha
Rusia tangguhkan kesepakatan ekspor gandum Ukraina, Presiden AS Joe Biden marah Foto: Reuters

MOSKOW, iNews.id - Rusia menangguhkan kesepakatan untuk mengizinkan ekspor gandum Ukraina dari pelabuhan Laut Hitam setelah serangan pesawat tak berawak terhadap kapal angkatan laut miliknya. Ini berpotensi memperburuk krisis pangan global dan membuat harga gandum melonjak lagi. 

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden marah dan mengecam langkah tersebut. Menurutnya, tindakan Rusia sangat keterlaluan. 

"Ini benar-benar keterlaluan. Ini akan meningkatkan kelaparan," kata Biden di Delaware, dikutip dari Bloomberg, Minggu (30/10/2022). 

Adapun penangguhan kesepakatan terjadi beberapa jam setelah Rusia menyatakan Ukraina melakukan serangan terhadap armadanya di Laut Hitam di lepas pantai Sevastopol, Krimea. Namun Ukraina belum mengonfirmasi perannya dalam serangan yang dipimpin drone, tetapi menyerukan reaksi internasional yang keras terhadap keputusan Rusia.

"Mereka selalu mencari alasan untuk dapat mengatakan alasan mereka melakukan sesuatu yang keterlaluan adalah karena Barat membuat mereka melakukannya. Tidak ada manfaat dari apa yang mereka lakukan. PBB merundingkan kesepakatan tersebut dan harus menjadi akhir dari itu," tutur Biden.

Rusia memiliki pola pembalasan terhadap serangan di Krimea, yang dianeksasi oleh Presiden AS Vladimir Putin pada 2014. Pasukan Kremlin melepaskan rentetan serangan terhadap jaringan listrik Ukraina dan infrastruktur utama lainnya menyusul serangan sebelumnya yang dikaitkan dengan Ukraina, yakni ledakan di Jembatan Selat Kerch antara daratan Rusia dan Krimea.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut penangguhan kesepakatan gandum untuk jangka waktu tidak terbatas, sehingga meredupkan prospek pembicaraan untuk memperpanjang perjanjian melampaui tanggal akhir 19 November 2022. Dibantu oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Turki pada Juli lalu, perjanjian jalur aman sangat penting dalam memungkinkan aliran jutaan ton biji-bijian yang menumpuk di Ukraina sejak invasi Rusia, selain hasil panen baru.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Internasional
7 jam lalu

Perang Timur Tengah Semakin Meluas, Rusia Usulkan Moratorium Serangan

Internasional
9 jam lalu

Rusia: Iran Punya Hak Tentukan Nasib Sendiri tapi Diganggu AS-Israel

Internasional
9 hari lalu

Zelensky Tegaskan Tak Akan Serahkan Wilayah Ukraina ke Rusia demi Gencatan Senjata

Internasional
10 hari lalu

Zelensky: Putin Telah Memulai Perang Dunia III

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal