Ketika Jack Sweeney menjelaskan kepada Elon Musk bagaimana program yang dibuatnya bekerja, miliarder itu terkejut bahwa informasi tersebut dapat diakses publik.
Elon Musk kemudian membuat cuitan yang menyebut "Kontrol lalu lintas udara sangat primitif". Dia pun menanyakan kepada Jack Sweeney berapa banyak yang dia hasilkan dari akun Twitter @ElonJet. Jack menjawab bahwa akun tersebut menghasilan sekitar 20 dolar AS per bulan, Elon Musk kemudian menawarinya 5.000 dolar AS untuk menghapus bot yang melacak jetnya.
Namun mahasiswa jenius itu menolak tawaran Elon Musk. Dia kemudian mengolok-olok Elon Musk dengan menaikan tawaran diberi 50.000 dolar AS atau diberi imbalan mobil Tesla Model 3.
"Adakah peluang untuk menaikkannya menjadi 50.000 dolar AS? Ini akan menjadi dukungan besar di perguruan tinggi dan mungkin akan memungkinkan saya untuk mendapatkan mobil bahkan mungkin Model 3," kata Jack Sweeney.
Musk mengatakan dia akan memikirkannya, tetapi sejauh ini belum membayar apapun kepada mahasiswa tersebut. Jack Sweeney kemudian mengatakan dia lebih memilih magang di Tesla daripada dibayar atau diberi imbalan untuk menghapus akun Twitter @ElonJet.
"Saya mengerti pandangan Anda, tetapi saya harap Anda akan melihat minat saya karena saya telah mengembangkan ini sejak saya masih di sekolah menengah. Pilihan selain remunerasi seperti magang akan membuatnya jauh lebih mudah," kata Jack Sweeney kepada Elon Musk.
Berdasarkan update di akun twitter @ElonJet, diketahui jet pribadi Elon Musk terakhir kali dilaporkan mendarat di Austin pada hari Kamis (3/2/2022).
Jack Sweeney kemudian membuat cuitan bahwa Elon Musk telah menggunakan program pemblokiran untuk mencoba mencegah jet pribadinya dilacak, namun program yang dirancangnya tetap dapat melacak jet pribadi CEO Tesla tersebut.