Direktur Utama Formosa Ingredient Yunita Sugiarto mengatakan dana hasil penawaran umum perdana saham akan digunakan untuk modal kerja perseroan, khususnya membeli bahan baku, dan bahan penunjang. Selain itu, Formosa juga akan menggunakan dana tersebut untuk biaya operasional dan biaya pemasaran guna memperluas jaringan pemasaran dengan distribusi ke daerah-daerah lain.
"Termasuk promosi-promosi yang dilakukan ke daerah guna mendukung pertumbuhan perseroan ke depannya," ujar Yunita.
Yunita meyakini prospek usaha perseroan ke depan akan berjalan baik. Hal ini mengingat bisnis perseroan di industri makanan dan minuman memiliki potensi untuk bertumbuh dengan dukungan permintaan konsumsi masyarakat kelas menengah.
Saat ini, Formosa didukung oleh para pemegang saham yang berasal dari korporasi sektor makanan dan minuman. Beberapa di antaranya ialah, Texture Maker Enterprise, Ltd, manufaktur tepung dan premix asal Taiwan dan Preserved Food Specialty Co., Ltd, produsen makanan beku dan makanan kering asal Thailand. Pemegang saham lainnya ialah PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk, perusahaan distributor makanan dan minuman nasional.
PT Formosa Ingredient Factory Tbk memproduksi berbagai macam varian produk dengan merek ‘Boba King’. Produk-produk dari merk Boba King antara lain, mutiara tapioka atau biasa disebut boba, topping jelly, popping boba dengan varian rasa buah-buahan segar, saus premium, sirup, dan tepung premix untuk melayani industri kuliner Tanah Air.
Ke depan, Yunita mengatakan Formosa akan berupaya menciptakan peluang sinergi dan memperluas pasar di industri makanan dan minuman, baik di Tanah Air maupun internasional. Pada Desember 2021, perusahaan akan merampungkan pembangunan pabrik kedua yang berlokasi di Kawasan Industri dan Pergudangan Laksana Business Park, Tangerang, Banten.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Dengan adanya pabrik baru yang sudah dibangun tersebut, perseroan dapat memproses produksi makanan dan minuman dari sebelumnya 4.000 ton menjadi 25.000 ton atau tumbuh lebih dari lima kali lipat.
Selain itu, perusahaan juga memiliki cadangan lahan tanah mencapai sekitar 20.460 m² dalam rangka antisipasi pertumbuhan permintaan produk makanan dan minuman di masa mendatang dengan membangun fasilitas produksi berikutnya.