JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Lampung memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan berbagai komoditas pertanian, mulai dari padi, jagung hingga singkong. Berdasarkan angka tetap BPS Provinsi Lampung per 5 Februari 2026, produksi padi Lampung pada 2025 mencapai sekitar 3,25 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 16,53 persen dibandingkan 2024.
Luas panen padi juga bertambah 12,09 persen menjadi 596,020 hektare. Sementara itu, produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk mencapai sekitar 1,87 juta ton. Capaian itu disebut memperkuat peran Lampung dalam mendukung pasokan pangan pokok.
Namun, ketahanan pangan Lampung tidak hanya bertumpu pada beras. Jagung menjadi komoditas penting lainnya, baik untuk kebutuhan pangan maupun bahan baku industri pakan ternak.
Data angka tetap BPS menunjukkan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen di Lampung pada 2025 mencapai sekitar 1,26 juta ton. Produksi tersebut meningkat 13,70 persen atau setara 151.740 ton dibandingkan tahun sebelumnya. Luas panen jagung pipilan juga naik 14,39 persen menjadi 194.490 hektare.
Angka tersebut menggunakan satuan jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen. Karena itu, data ini berbeda dengan laporan sementara sebesar 2,25 juta ton jagung tongkol kering panen yang disampaikan dinas pada Januari 2026.