Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo (kedua kanan) dalam Rapat Berkala III Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (1/8/2022). (Foto: dok iNews)
Mochamad Rizky Fauzan

JAKARTA, iNews.id - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2022 mencapai 5,05 persen, meskipun situasi global masih dibayangi ketidakpastian.

"Kuartal II pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,05 persen," kata Perry, melalui Hasil Rapat Berkala III Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (1/8/2022).

Menurut dia, situasi perekonomian ke depan akan semakin membaik, terutama didorong konsumsi sektor swasta yang meningkat dan mobilitas masyarakat yang berangsur pulih.

"Ini akan meningkatkan konsumsi swasta sehingga itu akan menjadi dorongan naik dan kinerja ekspor membaik, dan kebijakan fiskal," ujar Perry.

Dia memastikan BI bersama Kementerian Keuangan akan terus melakukan koordinasi fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, lanjutnya, BI juga melakukan normalisasi kebijakan likuiditas melalui kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap dan pemberian insentif GWM yang berlangsung tanpa menganggu kondisi likuiditas dan intermediasi perbankan.

"Penyesuaian secara bertahap GWM rupiah dan pemberian insentif GWM sejak 1 Maret sampai 15 Juli 2022 menyerap likuditas perbankan sekitar Rp219 triliun rupiah," ungkap Perry.



Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT