Soroti Kesejahteraan Nelayan, Wapres: Tak Seimbang dengan Potensi Laut Indonesia yang Besar

Binti Mufarida
Wapres Ma"ruf Amin dalam sambutannya pada Rakernas Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) tahun 2022 secara virtual. (Foto Setwapres).

“Artinya di tengah situasi pandemi, NTN nelayan tetap mengalami pertumbuhan walaupun sangat kecil,” ujar Ma'ruf Amin.

Meski begitu, lanjutnya, jumlah nelayan di Indonesia tercatat mengalami peningkatan. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, jumlah nelayan tahun 2018 sekitar 2,637 juta bertambah menjadi 2,849 juta di tahun 2020 atau meningkat 8,04 persen.

Wapres pun menyoroti kesulitan para nelayan untuk mengakses bahan bakar minyak bersubsidi. Apalagi, 60 persen biaya kebutuhan melaut nelayan adalah untuk membeli BBM.

“Salah satu kesulitan utama yang dihadapi nelayan adalah kesulitan akses BBM subsidi. Sekitar 60 persen biaya kebutuhan melaut Nelayan adalah untuk membeli BBM. Selain itu selain juga mengalami kesulitan mengakses administrasi kenelayanan, mengakses pasar dan pembiayaan serta terkendala perubahan iklim,” tutur Ma'ruf Amin.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
5 hari lalu

Andi Azwan Tegaskan Gibran Tetap Wapres yang Sah meski Ada Putusan MK dan MA, Ini Alasannya

7 hari lalu

Gibran Siap Buka-Bukaan di Sidang Ijazah PTUN: Tapi Penggugatnya Malah Cabut Gugatan

25 hari lalu

Mercy Sihombing Sebut Gibran Tak Layak Jadi Wapres: Kalau Punya Nurani, Anda Mundur

27 hari lalu

Prabowo Minta Pembangunan 100 Kampung Nelayan Dikebut, Target Beroperasi Akhir 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal