JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku kesal melihat fakta dan data bahwa sebanyak 40 persen BUMN yang mendapatkan suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) periode 2005-2021 dari pemerintah masih juga merugi.
"Kalau kami lihat dari kinerja BUMN (yang dapat PMN) hanya 60 persen yang datangkan laba sedangkan 40 persen rugi," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (15/12/2021).
Namun, Sri Mulyani tidak membeberkan BUMN mana saja yang termasuk ke 40 persen yang merugi itu. Dia hanya meminta agar kinerja BUMN bisa maksimal jika mendapatkan PMN.
"Ini menjadi salah satu buat kami untuk memperhatikan, makanya sebagian kemudian diminta untuk scale down (menurunkan) atau dilakukan PMN dan menyehatkan kembali agar tidak over leverage," kata dia.
Saat ini, Kementerian Keuangan telah menggelontorkan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN). Tujuan penambahan PMN yang telah diberikan kepada BUMN dengan nilai total Rp361,3 triliun.