Kemudian, peran pemerintah. Menurut Sri Mulyani, pemerintah harus menjadi penggerak utama dari beragam upaya keberlanjutan, seperti dari kebijakan perpajakan, pembentukan komite hingga penerbitan obligasi hijau.
"Inovasi dan pengukuran: Negara-negara harus mengadopsi pendekatan yang inovatif serta memiliki metode pengukuran yang terukur untuk memastikan tujuan-tujuan berkelanjutan ini tercapai," tutur dia.
Terakhir adalah kolaborasi. Menurutnya, hal ini sangat penting dibahas karena baik di dalam negeri maupun global hal ini memiliki peran penting. Sri Mulyani pun merasa sangat bersyukur dengan adanya pertemuan ini.
"Saya sangat kagum dengan pertemuan ini. Pembicaraan yang terjadi menjadi bukti betapa besarnya potensi yang kita miliki bila kita terus berkolaborasi dan berinovasi dalam menghadapi perubahan iklim," katanya.
Sementara itu, hasil pembahasan rapat menkeu sedunia ini akan dibawa ke Finance Day pada COP28 yang akan diselenggarakan di Dubai, Desember 2023 mendatang. COP28 merupakan kegiatan penting dalam sejarah yang berperan sebagai landasan upaya-upaya aksi iklim kolektif dunia.