Sri Mulyani Serahkan LKPP Tahun 2022 ke BPK, Raih Opini WTP

Michelle Natalia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Mewakili pemerintah Indonesia, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2022 unaudited kepada BPK

LKPP yang disampaikan terdiri dari laporan realisasi APBN, laporan perubahan saldo anggaran lebih, laporan arus kas, laporan operasional, neraca, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan.

"Alhamdulillah tahun 2022, tahun ketiga pandemi, berhasil kita lalui dengan baik. Kita berhasil mengendalikan pandemi sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi," ujar Sri Mulyani, melalui akun Instagram resminya @smindrawati di Jakarta, Selasa (28/3/2023).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 mencapai 5,31 persen (yoy), di atas asumsi APBN yaitu sebesar 5,2 persen. Dari sisi PDB riil sendiri sudah di atas sebelum pandemi (2019). Sri juga menilai inflasi tahun 2022 juga terkendali pada level 5,5 persen pada saat dunia menghadapi inflasi yang tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

Dalam LKPP tahun 2022 juga disampaikan laporan output strategis yang menjadi prestasi kerja dari pelaksanaan APBN 2022 oleh K/L, di antaranya pembangunan jaringan irigasi sepanjang 315 km. 

Selanjutnya, pembangunan jalan 1.435 km, jalan tol 142 km, jembatan 12,4 km, 32 bendungan, dan bantuan iuran jaminan kesehatan kepada 96,8 juta penduduk miskin, serta pemberian bansos 20 juta kelompok penerima manfaat.

"Terima kasih kepada BPK RI yang terus membangun sinergi dan komunikasi yang efektif bersama pemerintah. Pemerintah sangat mengapresiasi atas pemberian 6 kali opini WTP dari LKPP secara berturut turut sejak 2016 dari BPK RI dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas LKPP demi meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat fondasi ekonomi Indonesia," tutur Sri Mulyani.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
19 jam lalu

Purbaya soal Defisit APBN Melebar: Saya Bisa Buat 0 Persen, tapi Ekonomi Morat-marit

Nasional
1 hari lalu

Purbaya Lapor APBN 2025 Defisit Rp695 Triliun, Dekati Batas Aman

Nasional
5 hari lalu

KPK Sebut Penetapan Tersangka Korupsi Kuota Haji Tunggu Hasil Audit BPK

Makro
7 hari lalu

Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh Stabil 5% di 2026, Daya Beli Jadi Sorotan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal