Suku Bunga Tinggi Disinyalir Jadi Penyebab Silicon Valley Bank Bangkrut

Dovana Hasiana
Kantor Silicon Valley Bank. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Suku bunga tinggi yang secara agresif diterapkan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) disinyalir menjadi penyebab Silicon Valley Bank (SVB) bangkrut. 

Permasalahan ini bermula ketika The Fed secara agresif meningkatkan suku bunga dari rentang 0,25 perse-0,5 persen menjadi 4,5 persen-4,75 persen sepanjang satu tahun terakhir.

Bahkan pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, di hadapan Komite Perbankan Senat pada (7/3/2023) mengindikasikan berlanjutnya kenaikan suku bunga di masa mendatang sampai laju inflasi terkendali. 

Kenaikan suku bunga The Fed tersebut, menyebabkan SVB tidak mampu membiayai operasionalnya sendiri lantaran pinjaman yang semakin ketat dan melemahnya saham teknologi yang selama ini menjadi andalan SVB. 

SVB pun terpaksa menginvestasikan obligasi jangka panjang untuk mendapatkan dana karena sedikitnya permintaan pinjaman dari sektor tersebut, namun tingginya suku bunga menyebabkan jatuhnya harga obligasi. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
5 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.696 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

7 hari lalu

Purbaya Ingatkan Pramono Risiko Terbitkan Obligasi Daerah: Jangan Utang, Berapa Tahun Lagi Susah

7 hari lalu

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Rupiah Diprediksi Melemah Pekan Depan

18 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.679 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal