Sulit Cari Pekerja, Pabrik-Pabrik di China Dongkrak Penggunaan Robot

Djairan
Pabrik-pabrik di China kesulitan mencari pekerja untuk memenuhi tingginya permintaan di tengah pemulihan ekonomi. (Foto: ilustrasi/AFP)

Kepala Operasi dan Rantai Pasok Ernst & Young untuk China, Rodrigo Cambiaghi mengatakan, teknologi ke depan akan berperan bagi negara-negara seperti China untuk tetap mempertahankan produksi dengan biaya murah.

"Setiap perusahaan atau bahkan pihak ketiga yang memiliki fasilitas manufaktur di China tengah berada dalam tekanan untuk segera berinvestasi pada industri manufaktur pintar (smart manufacturing)" kata Cambiaghi.

China selama ini mempunyai karakter ekonomi berbasis tenaga kerja (labor-intensive), sehingga bisa menghasilkan produk murah. Dia menilai, berkurangnya ketergantungan pada tenaga kerja dan beralih ke robot akan mendongkrak produk made in China, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

"Ini bukan sesuatu yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Namun, momentumnya saat ini ada dan China saat ini memfokuskan dana mereka untuk mendorong industri manufaktur pintar," katanya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

Trump Belum Lihat Indikasi AS dan China Bakal Perang gara-gara Taiwan

Internasional
10 jam lalu

Takut Disadap, Staf Presiden AS dan Jurnalis Buang Ponsel Usai Kunjungan di China

Internasional
11 jam lalu

Usai Bertemu Xi Jinping, Trump Tunda Kirim Senjata Senilai Rp211 Triliun ke Taiwan

Internasional
1 hari lalu

Trump: AS-China Capai Kesepakatan Perdagangan Fantastis!

Internasional
1 hari lalu

6 Poin Hasil Pertemuan Trump dengan Xi Jinping, dari Perdagangan hingga Nuklir Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal