Tak Hanya untuk Kendaraan Listrik, Pabrik di Karawang Juga bakal Produksi Baterai Panel Surya 

Tangguh Yudha
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Tangkapan Layar)

"Ini bukan angka kecil. Dengan naiknya harga baterai atau komponen terkait, nilai ekonominya akan terus meningkat tiap tahun," tuturnya.

Pabrik ini ditargetkan mampu memproduksi baterai hingga kapasitas 15 gigawatt (GW). Jika dikonversi ke kebutuhan baterai kendaraan, kapasitas ini setara dengan 250.000 hingga 300.000 unit mobil listrik.

Lebih lanjut, Bahlil menekankan pentingnya kerja sama dengan mitra internasional, mengingat Indonesia memiliki sebagian besar bahan baku penting seperti nikel, mangan, dan kobalt, namun masih terbatas dalam hal penguasaan teknologi.

"Indonesia itu betul dari bahan baterai, nikel, mangan, kobal, dan litium. Yang kita tidak punya itu tinggal litium mangan, kobal, dan nikel kita punya semua. Tetapi teknologi itu memang belum terlalu kita miliki secara komperhensif, karena itu kita lakukan kerjasama dengan teman-teman dari China, khususnya CATL," ucap Bahlil.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
10 bulan lalu

Prabowo Resmikan Proyek Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp95,60 Triliun

Mobil
32 menit lalu

Akselerasi Kendaraan Listrik, Indomobil Kumpulkan Brand EV dalam Satu Atap

Nasional
57 menit lalu

LPG 3 Kg bakal Diganti CNG, Bahlil Ungkap Negara Hemat Rp137 Triliun

Nasional
58 menit lalu

Prabowo Panggil Purbaya hingga Menkeu Era Soeharto ke Istana, Ada Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal