Tekan Korupsi, ASDP Terapkan Pembayaran Nontunai di Empat Pelabuhan Utama

Aditya Pratama
Kapal penyeberangan bersandar di Pelabuhan Bakaheuni Lampung. (Foto: iNews/Heri Fulistiawan).

JAKARTA, iNews.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan pembayaran nontunai untuk pembelian tiket. Sistem tersebut diterapkan di empat pelabuhan utama.

Empat pelabuhan itu masing-masing Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Semua pelabuhan tersebut menjadi rute tergemuk di antara total 245 rute yang dilayani BUMN pelayaran tersebut.

Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi mengatakan, digitalisasi pembayaran ini menjadi salah satu strategi transformasi ASDP. Penerapan pembayaran nontunai di empat pelabuhan itu hanya langkah awal sebelum diterapkan di semua pelabuhan yang dilayani ASDP.

"Kenapa di empat pelabuhan itu? yang paling besar 50 persen pendapatan (ASDP) dari empat pelabuhan ini, 70 persen laba juga dari pelabuhan ini. Jadi, kita amankan dulu dari pelabuhan ini. Kalau teman-teman ke sana saat ini kita hampir 100 persen cashless," ujar Ira di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Ira mengakui kebijakan ini diterapkan untuk menekan korupsi. Dia menyinggung fenomena petruk alias pengurus truk di Pelabuhan Merak yang disebutnya membuat banyak karyawan ASDP ikut-ikutan tidak bersih.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
2 hari lalu

BUMN Bahan Peledak Kembali Operasikan Pabrik, Tekan Ketergantungan Impor

4 hari lalu

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut Pelanggaran BUMN, Ini Reaksi KPK

5 hari lalu

HUT ke-81 RI, Pemerintah Imbau Pegawai Diberi Fleksibilitas Kerja pada 18 Agustus

8 hari lalu

Pembersihan BUMN Lewat Pengadilan Ad Hoc, Rencana Prabowo Usut Kasus 30 Tahun ke Belakang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal