Terkuak Alasan Presiden Soeharto Berikan Izin Freeport Menambang Emas di Papua

Punta Dewa
Alasan Presiden Soeharto berikan izin perusahaan asing, Freeport untuk menambang emas di Papua. Sejarah panjang PT Freeport Indonesia hingga akhirnya dikuasai RI. (Foto : Ist)

Berdasarkan kontrak karya yang pertama, pemerintah Indonesia mendapatkan royalti dari penambangan tembaga yang dilakukan Freeport sebesar 1,5% dari harga jual (jika harga tembaga kurang dari 0.9 dollar AS/pound) sampai 3,5% dari harga jual (jika harga 1,1 dollar AS/pound). Untuk emas dan perak sendiri ditetapkan sebesar 1% dari harga jual.

Menjelang berakhirnya kontrak kerja, periode tahun 1980-1989 Freeport menemukan cadangan Grasberg.

Terakhir pada tahun 1991, pemerintah Indonesia mengizinkan Freeport untuk terus menambang di Papua dengan jangka waktu 30 tahun ke depan atau hingga tahun 2021 dengan hak perpanjangan sampai dengan 2 kali 10 tahun.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Antam Beli Emas Freeport hingga 9 Ton Sepanjang Januari-Agustus 2026

2 bulan lalu

Ambisi Prabowo Bangun Kedaulatan Emas Indonesia, dari Tambang hingga ke Bank Emas

2 bulan lalu

Danantara Umumkan Komisaris-Direksi DSI, Ada Bos Freeport

8 bulan lalu

Penembakan di Area Grasberg Mimika, Karyawan Freeport Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal