Tinggalkan Harta Rp700 Triliun, Ini Profil Mendiang David Koch

Rahmat Fiansyah
David H. Koch. (Foto: The Nation)

David merupakan sosok yang cerdas. Dia kuliah di salah satu univesitas ternama di AS, Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan lulus dengan gelar sarjana dan master pada jurusan teknik kimia.

Di kampus, David yang memiliki tinggi 196 cm ini dikenal jago bermain basket. Dia meninggalkan bangku kuliah dengan rekor sebagai pencetak poin terbanyak universitas sepanjang masa. Rekor itu bertahan hingga 64 tahun.

Lulus dari MIT, David bekerja sebagai insinyur di Amicon dan Arthur D. Little sebelum pindah di bidang yang sama di New York. Di Koch Industries, David memegang anak usaha, Koch Chemical Technology Group. Memulai sebagai technical services manager, dia diangkat menjadi presiden direktur pada 1979. Kemudian, kariernya terus naik hingga menjadi executive vide president Koch Industries.

Pada Juli 2018, dia memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya di Koch Industries, baik di jajaran direksi maupun dewan komisaris. Alasannya, kesehatannya terus memburuk.

Selain fokus di dunia bisnis, David dikenal aktif di dunia politik. Dia bersama kakaknya dikenal sebagai donatur besar untuk Partai Republik AS. Sepanjang hayatnya, dia telah memberikan dana 1,3 miliar dolar AS dengan 700 juta dolar AS di antaranya mengalir untuk bantuan kesehatan.

Bantuan itu ada kaitannya dengan penyakit yang diderita David. Pasalnya, bantuan itu mengalir sebanyak 207 juta dolar AS untuk Memorial Sloan Kettering Cancer Center, 185 juta dolar AS untuk MIT di mana 100 juta dolar AS di antaranya untuk membentuk lembaga riset kanker, dan 100 juta dolar AS lainnya untuk NewYork-Presbyterian Hospital.

"Saya melihat riset di bidang kanker sangat nonpartisan. Bagi saya, kanker terlihat sangat demokratis dalam arti dia menyerang orang-orang tanpa melihat ras, gender, latar belakang negara, atau pandangan politik," kata David saat membuka David H. Koch Institute for Integrative Cancer di MIT pada 2011 silam.

Di bidang politik, dia beberapa kali mencoba peruntungan, termasuk menjadi calon wakil presiden bersama Ed Clark pada tahun 1980 lewat Partai Libertarian. Namun upaya itu gagal. Sejak saat itu, David menjadi loyalis Partai Republik yang sesuai dengan nilai-nilai yang dianutnya pada pasar bebas.

Di AS, David dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Kini, dia telah tiada meninggalkan istri Julia Koch dan tiga anak: David Jr, Mary Julia, dan John Koch. Ketiga saudara kandung David juga masih hidup, yaitu si sulung Frederick, Charles, dan saudara kembarnya Bill Koch.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Bisnis
8 hari lalu

Fantastis! Kekayaan Elon Musk Tembus Rp12 Kuadriliun, Lampaui Ekonomi Belgia

Bisnis
10 hari lalu

Deretan Miliarder Termuda di Dunia, Ada yang Berusia 20 Tahun Berharta Rp95 Triliun

Bisnis
16 hari lalu

Deretan Miliarder Muda yang Sukses Rintis Bisnis dari Nol

Bisnis
22 hari lalu

Kisah Sukses David Baszucki, CEO Roblox yang Pernah Jadi Pembersih Kaca Jendela

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal