Menko Luhut mendengar langsung laporan mengenai progres pengembangan Pelabuhan Patimban, terkait penyelesaian akses jalan menuju pelabuhan, termasuk konektivitas jalur pantura dan akses jalan tol, kondisi operasional pelabuhan dan besaran muatan, juga ketersediaan sarana prasarana pendukung seperti air, Listrik, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan telekomunikasi.
"Oleh karena itu, Pelabuhan Patimban ini sangat perlu kita dorong progresnya,” kata Menko Luhut.
Menko Marves memaparkan, Pelabuhan Patimban akan menjadi cikal bakal Kawasan Regional Metropolitan dan menjadi cita-citanya Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang dapat menciptakan 4,39 juta peluang pekerjaan pada tahun 2030.
”Pemerintah pusat mendukung laju pertumbuhan ekonomi sampai 7,16 persen untuk provinsi Jawa Barat yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Menko Luhut.
Pada kesempatan itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan progres pengembangan Pelabuhan Patimban kepada Menko Luhut.
"Ini 60 hektar yang sudah direklamasi dan sudah bisa ekspor mobil 200 ribu dan kontainer sudah bisa 300 ribu disini. Kita akan membangun yang area yang kuning ini. Ini masih kerjasama dengan Jepang Pak," tutur Budi Karya.