Tumbuhkan Pangsa Pasar, Malaysia Akan Pangkas Tarif Pajak Ekspor CPO

Athika Rahma
Pemerintah Malaysia mempertimbangkan pemotongan tarif pajak ekspor CPO untuk membantu kekurangan suplai minyak dan menumbuhkan pangsa pasar. (Foto: Istimewa)

Dalam proposal yang diajukan, pihaknya juga meminta agar menteri keuangan mempercepat pemotongan pajak untuk produsen minyak sawit Malaysia terbesar, FGV Holdings.

Malaysia juga menunjukkan komitmen implementasi B30 untuk memprioritaskan pasokan ke industri pangan global dan domestik.

"Kita harus prioritaskan untuk memberi makanan kepada dunia terlebih dulu," kata dia.

Dia mengatakan, negara-negara pengimpor minyak sawit Malaysia meminta agar negara tersebut memotong pajak ekspornya.

"Mereka merasa harga itu terlalu tinggi karena biaya rantai pasok juga tinggi, karena harga minyak," tuturnya.

Food and Agriculture Organization (FAO) telah memperingatkan bahwa harga makanan bisa naik hingga 20 persen imbas perang tersebut. Bahkan, risiko malnutrisi juga meningkat.

"Pembeli dari India, Iran dan Bangladesh mengusulkan untuk menukar hasil pertanian seperti beras, gandum, buah-buahan dan kentang untuk minyak sawit Malaysia," ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
9 hari lalu

Daftar 20 Perusahaan Tersangka Karhutla, 4 Korporasi Asing asal Singapura hingga Malaysia

9 hari lalu

Dikritik Malaysia dan Singapura soal Asap Karhutla, Dasco: Tak Perlu Dibalas Ketersinggungan

10 hari lalu

Malaysia Tawarkan Bantuan Tangani Karhutla di RI, Siap Kirim Pesawat Amfibi hingga Helikopter

10 hari lalu

Perwakilan Malaysia Bertemu Kepala BNPB, Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal