Setelah transaksi selesai, FrieslandCampina diproyeksikan memiliki sekitar 28,95 persen hingga 30,81 persen saham ULTJ. Perubahan pengendalian tersebut akan dilanjutkan dengan penawaran tender wajib sesuai ketentuan regulator pasar modal.
Meski terjadi perubahan pengendali, keluarga Prawirawidjaja tetap mempertahankan kepemilikan saham signifikan di ULTJ. Sabana Prawirawidjaja juga tetap menduduki posisi direktur utama.
ULTJ juga akan tetap berstatus sebagai perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Rencana transaksi tersebut masih membutuhkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026. Selain persetujuan pemegang saham, aksi korporasi tersebut juga masih memerlukan persetujuan regulator terkait di Indonesia.