Uni Eropa Kenakan Tarif Impor Biodiesel China di Tengah Penyelidikan Anti-Dumping

Aditya Pratama
Uni Eropa akan mengenakan bea sementara terhadap biodiesel China setelah mengetahui komoditas tersebut dijual di pasar Eropa dengan harga yang sangat rendah. (Foto: Reuters)

Grup Energi Terbarukan, Chevron telah merumahkan karyawan di Jerman, sementara Shell menghentikan pembangunan pabrik di Belanda, BP menghentikan sementara proyek di Jerman, dan Argent Energy telah menutup proyek biorefinery. 

“Meskipun impor China bukan satu-satunya alasan keputusan ini, dumping biodiesel telah berkontribusi terhadap kesulitan yang dihadapi produsen,” tulis pernyataan EBB.

EBB mencatat perusahaan-perusahaan China mengekspor 1,8 juta ton biodiesel ke Uni Eropa pada tahun 2023. Angka ini merupakan 90 persen dari seluruh ekspor biodiesel China.

Asosiasi Bahan Bakar Nabati Berbasis Limbah dan Tingkat Lanjut Eropa mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik pengenaan tarif impor dan meyakini langkah-langkah tersebut akan mendorong normalisasi kondisi pasar dari situasi yang sangat merugikan sejak akhir tahun 2022.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Istana Pastikan Konflik Venezuela Tak Ganggu Kesepakatan Tarif Impor AS–RI

Internasional
2 hari lalu

Viral, Influencer Cantik Ini Kena Tipu hingga Jadi Gelandangan di Kamboja

Internasional
3 hari lalu

Kecam Serangan AS ke Venezuela, China: Tak Satu Negara pun Boleh Jadi Polisi Dunia!

Destinasi
5 hari lalu

Alasan Penduduk China Tak Mau Melahirkan, Biaya Hidup Anak Tembus Rp 1,2 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal