Upah Buruh hingga Tarif Listrik Jadi Penyebab Indonesia Kalah Saing dengan Vietnam

Rina Anggraeni
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

Selain itu, kata Bahlil, harga lahan di Indonesia juga sangat mahal. Belum lagi biaya-biaya lain seperti tarif air dan listrik. Dia menyebut, tarif air di Indonesia rata-rata 0,89 dolar AS atau Rp13.000 per meter persegi, termahal kedua di ASEAN setelah Filipina yang mencapai 1,68 dolar AS per meter persegi.

"Tarif air di Malaysia dan Vietnam lebih murah, yakni hanya 0,53 dolar AS per meter persegi, sedangkan Thailand 0,4 dolar AS per meter persegi," ucapnya.

Sementara biaya listrik juga lebih mahal dibandingkan Malaysia dan Vietnam. Tarif listrik Indonesia senilai 0,07 dolar AS atau sekitar Rp1.000 per kWh, sedangkan Malaysia hanya 0,05 dolar AS per kWh dan Vietnam 0,04 dolar AS per kWh," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Prabowo Ajak Australia Investasi Pengolahan Tambang Nikel-Emas di RI

Nasional
3 hari lalu

Menperin Ungkap Nilai Investasi Sektor Otomotif Tembus Rp194,22 Triliun, Serap Hampir 100.000 Tenaga Kerja

Nasional
4 hari lalu

Pemerintah Tawarkan Puluhan Proyek Tol ke Investor Australia, Ini Daftarnya

Nasional
6 hari lalu

Danantara Siap Borong Saham Lokal, Ini Kriteria Perusahaan yang Dilirik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal