Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan sejalan dengan arahan BPI Danantara dan BP BUMN, perseroan mendukung penuh program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026.
Hal ini selaras dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat yang ingin melakoni mudik sekaligus mengurangi penggunaan BBM dan mengurai kepadatan lalu lintas.
“Melalui program ini, kami berharap para peserta dapat menikmati perjalanan mudik dengan aman dan nyaman, serta merayakan momen kebersamaan dengan tenang bersama keluarga di kampung halaman,” ujarnya.
Menyusul animo pemudik yang terus meningkat, PLN juga meningkatkan kuota peserta mudik menjadi 12.500 orang sehingga naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 11.322 peserta. Keberangkatan dilaksanakan pada 17 Maret 2026 secara serentak dari tujuh kota, yakni Jakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan, Padang, dan Aceh.
Adapun rute perjalanan meliputi Jakarta menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Barat; Surabaya menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur; Denpasar menuju Jawa Timur; Makassar menuju Surabaya dan Baubau; Balikpapan menuju Surabaya; Padang menuju Palembang; serta Banda Aceh menuju Medan.
Lebih dari sekadar program sosial, PLN memastikan inisiatif ini selaras dengan agenda keberlanjutan dan transisi energi nasional. Melalui anak usahanya, PLN Energy Management Indonesia (EMI), perusahaan melakukan penghitungan jejak karbon secara menyeluruh untuk mengukur sekaligus memitigasi dampak lingkungan dari program ini.
Dalam skenario business as usual, bila para pemudik menggunakan kendaraan pribadi berbahan bakar minyak (BBM), total emisi diproyeksikan mencapai 578 ton CO2e. Namun, melalui peralihan ke moda transportasi massal seperti kereta api, bus, dan kapal laut, emisi berhasil ditekan menjadi 392 ton CO2e, atau berkurang sebesar 186 ton CO2e.
Tak berhenti pada upaya reduksi, PLN juga melakukan langkah beyond compliance melalui carbon offset sebesar 392 ton CO2e dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Gunung Wugul. Program ini berhasil dijalankan dengan emisi nol atau Net Zero Emission (NZE) sejalan dengan upaya Perseroan mengedepankan prinsip keberlanjutan di setiap operasionalnya.
“Ini bukan hanya tentang mengantarkan masyarakat pulang ke kampung halaman, tetapi juga tentang bagaimana kita turut serta memastikan perjalanan tersebut aman, efisien dan ramah lingkungan,” tutur Darmawan.